test


widgets

Senin, 27 Oktober 2014

Profil tentang lokomotif seri cc 202

CC202

CC202
CC202
Sumber tenaga:
Diesel elektrik
Bagian dari EMD Export and Narrow Gauge Locomotives
Perusahaan pembuat: Electro-Motive Diesel, Inc., London, Ontario, Kanada
Model: EMD G26MC-2U
Tanggal dibuat: 1986-2008
Data teknis
Roda
Susunan roda AAR: C-C
Klasifikasi UIC: Co'Co'
Dimensi
Lebar sepur: 1.067 mm (3 ft 6 in)
Diameter roda: 1.016 mm (3.33 kaki)
Panjang: 17.678 mm (58.00 kaki)
Lebar: ?
Tinggi (maksimum): 3.683 mm (12.08 kaki)
Jarak antara alat perangkai: 18.942 mm (62.15 kaki)
Jarak antar pivot: 11.404 mm (37.41 kaki)
Jarak gandar: 3.632 mm (11.92 kaki)
Tinggi alat perangkai: 759 mm (2.49 kaki)
Berat
Berat kosong: ?
Berat siap: 108 t (108,000 kg)
Berat adhesi: 108 t (108,000 kg)
Bahan bakar dan kapasitas
Jenis bahan bakar: High-speed diesel
Kapasitas bahan bakar: 3.800 l (3.8 m3)
Kapasitas pelumas: 920 l (0.92 m3)
Kapasitas pendingin: 832 l (0.832 m3)
Kapasitas bak pasir: 340 l (0.34 m3)
Mesin, motor traksi, dan converter
Penggerak utama: EMD 16-645 E, V16 Supercharger
Jenis mesin: 2 langkah, supercharger
Generator: AR 6 QAD - D14, arus bolak-balik
Motor traksi: 6, tipe D-29, arus searah
Transmisi dan kinerja
Perbandingan roda gigi: 63:14
Kecepatan maksimum: 80 km/j (50 mph)
Kecepatan minimum kontinu: 14 km/j (8.7 mph)
Daya mesin: 2.000 hp (1,500 kW)
Daya ke generator/converter: 2.000 hp (1,500 kW)
Jari-jari lengkung terkecil: 80 m (260 kaki)
Karier
Perusahaan pemilik: PT Kereta Api Indonesia
Daerah operasi: Sumatera Selatan
Pertama digunakan 1986
Keadaan: 47 beroperasi, 1 rusak


Lokomotif CC 202 adalah lokomotif buatan Electro-Motive Diesel, Inc., Kanada bernomor seri EMD G26MC-2U. Lokomotif CC202 adalah salah satu lokomotif terberat di Indonesia yaitu 108 ton dan merupakan "saudara kandung" lokomotif EMD SD38-2 di Amerika yang juga memiliki 6 gandar dengan truck tipe HTC (High-Traction C (C = 3 gandar per truck)) dan mesin 2.000 hp (1.500 kW) Roots blower/supercharger EMD 16-645E (berbeda dari EMD SD40-2 yang menggunakan mesin 3.000 hp (2.240 kW) turbocharged EMD 16-645E) dan "kakak" dari lokomotif CC205. Berikut ini makna G26MC-2U:
  • G = desain standar roadswitcher EMD untuk pasar ekspor di luar Amerika;
  • 26 = mesin EMD seri 645E yang memiliki 16 silinder;
  • M = lightweight frame untuk lokomotif narrow-gauge (lebar sepur sempit);
  • C = memiliki 6 gandar yang disusun Co-Co;
  • -2 = sistem elektronik Dash-2;
  • U = universal - memiliki dimensi motor traksi yang bisa digunakan untuk lebar sepur sempit (Metre Gauge - 1.000 mm dan Cape Gauge - 1.067 mm) maupun lebar (Irish Gauge - 1.600 mm).

Kode Seri Mesin dan Jumlah Silinder Lokomotif EMD Seri Ekspor

EMD menetapkan pemberian kode seri mesin dan jumlah silinder untuk lokomotif-lokomotif seri ekspornya secara sistematis. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
EMD Seri 567A, 567B, 567C, dan 567D: Angka di belakang satu atau dua huruf kode desain lokomotif langsung menunjukkan jumlah silinder.
  • 6 = 6 silinder
  • 8 = 8 silinder
  • 12 = 12 silinder
  • 16 = 16 silinder
EMD Seri 645E: Ditambah 10 angka dari kode untuk Seri 567. Pada Seri 645E mulai diperkenalkan versi 20 silinder.
  • 18 = 8 silinder
  • 22 = 12 silinder
  • 26 = 16 silinder
  • 30 = 20 silinder
  • Pengecualian hanya pada Seri 645E versi 6 silinder di mana angka kode yang dipakai tetap 6, tidak menjadi 16 karena sudah digunakan oleh Seri 567.
EMD Seri 645F: Ditambah 20 angka dari kode untuk Seri 567. Seri 645F hanya dibuat dalam versi 12 dan 16 silinder.
  • 32 = 12 silinder
  • 36 = 16 silinder
EMD Seri 710G: Ditambah 30 angka dari kode untuk Seri 567. Seri 710G dibuat dalam versi 8 silinder sampai 20 silinder.
  • 38 = 8 silinder
  • 42 = 12 silinder
  • 46 = 16 silinder
  • 50 = 20 silinder
EMD Seri 265H: Ditambah 40 angka dari kode untuk Seri 567. Seri 265H hanya dibuat dalam versi 12 dan 16 silinder.
  • 52 = 12 silinder
  • 56 = 16 silinder

Penggunaan

Lokomotif CC202 digunakan untuk menarik kereta api barang; terutama batu bara atau pulp. Tetapi tidak jarang lokomotif ini juga digunakan untuk menarik kereta api penumpang. Armada lokomotif ini hanya terdapat di Sumatera Selatan. Lokomotif ini berjumlah 48 buah dan berada di Dipo Lokomotif Tanjung Karang (Dipo Induk TNK). Pada bulan April 2008, dipo ini kedatangan 9 buah lokomotif CC202, dan total saat ini menjadi 48 buah.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 2.000 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah C-C (Co'Co'). Artinya, lokomotif ini memiliki dua bogie di mana setiap bogie-nya memiliki tiga gandar penggerak.

Sejarah kedatangan

Lokomotif ini pada awalnya didatangkan pada masa PJKA yakni sekitar tahun 1986 dan dibeli langsung dari Divisi Electro-Motive General Motors, Amerika Serikat. Pada batch awal, CC 202 datang dengan jumlah 15 buah dan langsung ditugaskan untuk kereta api Babaranjang. Pada awal operasionalnya lokomotif ini menarik 50-60 gerbong Babaranjang namun dikurangi hingga 40 gerbong karena alasan mesin. Kemudian pada tahun 1990 dan 1995 diimpor lagi CC 202 berjumlah 18 buah. Kemudian dilanjutkan tahun 2001 sebanyak 4 buah. Lalu tahun 2002 sebanyak 2 buah dan terakhir tahun 2008 sebanyak 9 buah lokomotif dari EMD, Kanada.

Mesin

Mesin CC 202 adalah EMD 16-645E dengan 16 silinder yang dilengkapi supercharger atau disebut juga Roots blower. Jenis lokomotif ini adalah satu-satunya yang memiliki mesin V16 di Indonesia. Mesin EMD seri 645 adalah mesin terhandal yang pernah dibuat oleh EMD. Dari tahun 1964 hingga 2011, mesin EMD 645 tetap dibuat walau sekarang hanya terbatas permintaan konsumen. Mesin 16-645E pun menjadi mesin terlaris EMD semenjak diluncurkannya lokomotif EMD SD40 (dengan mesin turbocharged EMD 16-645E3) pada Juli 1964 (pada lokomotif EMDX 434 yang kemudian menjadi Illinois Central Gulf 6071/Illinois Central 6071) yang sangat handal, bandel, dan awet. Hal ini terbukti dengan masih kuatnya CC202 menarik 47 gerbong Babaranjang dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.

Populasi di Indonesia

Sejak 1986 hingga sekarang, terdapat 47 lokomotif CC202 yang masih beroperasi. Satu unit lokomotif, CC202 16 (CC202 90 01), kini sudah afkir pasca peristiwa luar biasa hebat dengan lokomotif CC201 89 11 (CC201 83R) di Sumatera Selatan.
Berikut ini daftar alokasi lokomotif CC202.
Dipo induk Lokomotif
Tanjung Karang (Tnk) CC202 01 (no. baru: CC202 86 01) - CC202 15 (no. baru: CC202 86 15)
CC202 17 (no. baru: CC202 90 02) - CC202 30 (no. baru: CC202 90 15)
CC202 31 (no. baru: CC202 95 01) - CC202 33 (no. baru: CC202 95 03)
CC202 34 (no. baru: CC202 01 01) - CC202 37 (no. baru: CC202 01 04)
CC202 38 (no. baru: CC202 02 01) - CC202 39 (no. baru: CC202 02 02)
CC202 40 (no. baru: CC202 08 01) - CC202 48 (no. baru: CC202 08 09)
Keterangan: Semua nomor baru lokomotif berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 tahun 2010.

Data teknis

  • Dimensi
    1. Lebar sepur (track gauge): 1.067 mm
    2. Panjang body: 17.678 mm
    3. Jarak antara alat perangkai: 18.942 mm
    4. Lebar badan (body): ?
    5. Tinggi maksimum: 3.683 mm
    6. Jarak gandar: 3.632 mm
    7. Jarak antar pivot: 11.404 mm
    8. Diameter roda penggerak: 1.016 mm
    9. Diameter roda idle: -
    10. Tinggi alat perangkai: 759 mm
  • Berat
    1. Berat kosong: -
    2. Berat siap: 108 ton
    3. Berat adhesi: 108 ton
  • Motor diesel
    1. Tipe: EMD 16-645 E, V16 Supercharger
    2. Jenis: 2 langkah
    3. Daya Mesin: 2.000 HP
    4. Daya ke Generator/Converter: 2.000 HP
  • Motor traksi/converter
    1. Jumlah motor traksi: 6
    2. Tipe motor traksi: D-29, arus searah
    3. Gear ratio: 63:14
    4. Tipe generator: AR 6 QAD - D14, arus bolak-balik
  • Performa
    1. Kecepatan maksimum: 80 km/jam
    2. Gaya tarik maksimum (adhesi): 22.680 kgf
    3. Kecepatan minimum kontinu: 14 km/jam
    4. Jari-jari lengkung terkecil: 80 m
  • Kapasitas
    1. Bahan bakar: 3.800 liter
    2. Minyak pelumas: 920 liter
    3. Air pendingin: 832 liter
    4. Pasir: 340 lt

Profil tentang lokomotif seri cc 203

CC203

CC203
CC203
CC203 95 07 yang menarik kereta api Mutiara Timur
Sumber tenaga:
Diesel elektrik
Bagian dari seri GE Universal Series
Desainer: GE Transportation dan UGL Rail
Perusahaan pembuat: GE Transportation
PT GE Lokomotif Indonesia (GE Lokindo/GELI)
Nomor seri: CC203
Model: GE U20C
Tanggal dibuat: 1995-2002
Jumlah dibuat: 41 unit
Data teknis
Roda
Susunan roda AAR: C-C
Klasifikasi UIC: Co'Co'
Dimensi
Lebar sepur: 1.067 mm (3 ft 6 in)
Diameter roda: 914 mm (3.00 kaki)
Panjang: 14.135 mm (46.37 kaki)
Lebar: 2.642 mm (8.67 kaki)
Tinggi (maksimum): 3.637 mm (11.93 kaki)
Jarak antara alat perangkai: 15.214 mm (49.91 kaki)
Jarak antar pivot: 7.680 mm (25.2 kaki)
Jarak gandar: 3.304 mm (10.84 kaki)
Tinggi alat perangkai: 775 mm (2.54 kaki)
Berat
Berat kosong: 78 t (78,000 kg)
Berat siap: 84 t (84,000 kg)
Berat adhesi: 84 t (84,000 kg)
Bahan bakar dan kapasitas
Jenis bahan bakar: High-speed diesel
Kapasitas bahan bakar: 3.028 l (3.028 m3)
Kapasitas pelumas: 984 l (0.984 m3)
Kapasitas pendingin: 684 l (0.684 m3)
Kapasitas bak pasir: 510 l (0.51 m3)
Mesin, motor traksi, dan converter
Penggerak utama: GE 7FDL-8
Jenis mesin: 4 langkah, turbocharger
Generator: GT 581
Motor traksi: 6 buah, tipe GE 761, arus searah (DC-DC)
Transmisi dan kinerja
Perbandingan roda gigi: 90:21
Kecepatan maksimum: 90–120 km/j (56–75 mph)
Kecepatan minimum kontinu: 24 km/j (15 mph)
Daya mesin: 2.250 hp (1,680 kW)
Daya ke generator/converter: 2.000 hp (1,500 kW)
Jari-jari lengkung terkecil: 56,7 m (186 kaki)
Lain-lain
Rem lokomotif: Udara tekan, dinamik, parkir
Tipe kompresor: Gardner Denver WBO
Karier
Perusahaan pemilik: PT Kereta Api Indonesia
PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper
Daerah operasi: Pulau Jawa-Sumatera Selatan
Pertama digunakan 1995
bersamaan dengan peluncuran KA Argo Bromo
Keadaan: Semua beroperasi



Lokomotif CC203 buatan General Electric (GE) Transportation dan PT GE Lokomotif Indonesia dengan seri U20C adalah lokomotif hasil pengembangan desain dari lokomotif CC201, yaitu pada bentuk kabin masinis ujung pendek yang aerodinamis, serta diperlebar untuk kenyamanan dan mengurangi penumpang liar.
Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, di mana setiap bogie mempunyai tiga poros/gandar penggerak yang masing-masing digerakkan oleh motor tersendiri.
Yang membedakan adalah lokomotif CC203 menggunakan motor diesel dengan dua tingkat turbocharger sehingga dayanya sebesar 2.250 HP.

Sejarah operasional

Pada awal operasi tahun 1995, lokomotif CC203 menjadi andalan untuk menarik KA penumpang kelas eksekutif full di Jawa. Launching (peluncuran) perdana lokomotif CC203 saat itu bersamaan dengan peresmian kereta api Argo Bromo di Stasiun Gambir, Jakarta. Jarang sekali CC203 berdinas (mengoperasikan) KA ekonomi apalagi KA barang. Karena itu, alokasi persebaran lokomotif CC203 hanya di dipo lokomotif yang melayani KA-KA komersial/eksekutif argo/satwa. Dipo lokomotif yang mendapat alokasi CC203 yaitu Jatinegara (Jakarta Timur), Bandung, Cirebon, Semarang Poncol, Yogyakarta, dan Sidotopo (Surabaya). Dipo lokomotif Purwokerto, Madiun, dan Jember malah tak mendapat alokasi satu pun meskipun jumlah lokomotif CC203 yang ada di Jawa berjumlah 37 unit.
Berbeda di Jawa, alokasi lokomotif CC203 juga bisa dijumpai di wilayah operasional Divisi Regional 3 Sumatera Selatan, tepatnya di Subdivre 3.2 Tanjungkarang. Sebanyak 4 unit CC203 yang beroperasi namun khusus untuk melayani dinasan (operasional) KA pulp & kayu karena memang sarananya milik PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper (PT TEL). Namun saat ini CC203 di Divre 3 kondisinya telah memprihatinkan dan terancam tidak bisa berdinas lagi (karena pada awal pengoperasiannya loko ini selalu diforsir), bahkan KA pulp PT TEL sekarang lebih sering ditarik lokomotif CC204 atau CC202 yang lebih handal untuk angkutan barang.
Hadirnya lokomotif CC204 ternyata menggeser keberadaan CC203 selama ini, sebagai penarik kereta ekspres. Namun, sejak dimutasinya semua lokomotif CC204, peran CC203 pun tergusur dengan lokomotif CC206 yang memiliki dua kabin masinis. Maka, saat ini CC203 hanya menarik kereta-kereta bisnis, campuran, dan ekonomi jarak jauh; dan jarang menarik kereta eksekutif karena perannya telah tergantikan oleh CC206.

Kinerja

Mesin dan desain

CC203 menggunakan mesin yang sama dengan CC201, yaitu GE 7FDL-8. Desain kabin yang aerodinamis dibuat di Goninan Locomotive Work (kini UGL Rail) di Australia dengan desain dari GE. Sekarang kabin juga dibuat di PT Inka untuk keperluan perbaikan dan restorasi.

Logo dan striping

Selain itu, kecuali CC203 31 - CC203 34, dulu terdapat logo Kementerian Perhubungan di bagian depan/shorthood-nya yang merupakan ciri khas yang mencolok pada lokomotif ini sebab pembuatan lokomotif ini selain didanai oleh perusahaan General Electric sendiri juga dibantu dengan dana dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Namun sekarang semua unit lokomotif ini menggunakan logo PT KAI♯ terbaru sekaligus skema warna/livery baru, tanpa menggunakan lagi logo tersebut. Untuk CC203 31 - CC203 34 menggunakan striping khas PT TEL sebagai pemilik lokomotif tersebut, yaitu hijau.

Alokasi

Indonesia membuat lokomotif ini sejak tahun 1995-2002. Terdiri dari 6 generasi (batch), yaitu:
  • CC203 generasi I (tanggal produksi 1995, nomor seri 01-14)
    • untuk nomor seri 01-12 buatan GE Transportation, Amerika Serikat, mulai dinas tahun 1995
    • nomor seri 13-14 mulai dinas tahun 1998
  • CC203 generasi II (tanggal produksi 1997, nomor seri 15-27), semua mulai dinas tahun 1998
  • CC203 generasi III (tanggal produksi 1998, nomor seri 28-30), semua mulai dinas tahun 1998
  • CC203 generasi IV (tanggal produksi 1999, nomor seri 31-34), semua mulai dinas tahun 2001 dan milik PT TEL
  • CC203 generasi V (tanggal produksi 2000, nomor seri 35-37), semua mulai dinas tahun 2001
  • CC203 generasi VI (tanggal produksi 2002, nomor seri 38-41), semua mulai dinas tahun 2002
Sampai saat ini jumlahnya adalah 37 buah di Jawa dan 4 buah di Sumatera Selatan. Alokasinya saat ini adalah sebagai berikut.
Dipo Induk Lokomotif
Jatinegara (Jng) CC203 12 (CC203 95 12), CC203 13 (CC203 98 01), CC203 17 (CC203 98 05), CC203 18 (CC203 98 06), CC203 19 (CC203 98 07), CC203 20 (CC203 98 08), CC203 21 (CC203 98 09), CC203 22 (CC203 98 10)
Bandung (Bd) CC203 02 (CC203 95 02), CC203 03 (CC203 95 03), CC203 04 (CC203 95 04), CC203 05 (CC203 95 05), CC203 06 (CC203 95 06), CC203 07 (CC203 95 07), CC203 08 (CC203 95 08), CC203 09 (CC203 95 09), CC203 10 (CC203 95 10), CC203 11 (CC203 95 11)
Cirebon (Cn) CC203 35 (CC203 01 05)
Semarang Poncol (Smc) CC203 28 (CC203 98 16), CC203 29 (CC203 98 17), CC203 30 (CC203 98 18), CC203 41 (CC203 02 04)
Yogyakarta (Yk) CC203 01 (CC203 95 01), CC203 14 (CC203 98 02), CC203 15 (CC203 98 03), CC203 16 (CC203 98 04),
Sidotopo, Surabaya (Sdt) CC203 23 (CC203 98 11), CC203 24 (CC203 98 12), CC203 25 (CC203 98 13), CC203 26 (CC203 98 14), CC203 27 (CC203 98 15), CC203 36 (CC203 01 06), CC203 37 (CC203 01 07), CC203 38 (CC203 02 01), CC203 39 (CC203 02 02), CC203 40 (CC203 02 03)
Tanjung Karang, Lampung (Tnk) CC203 31 (CC203 01 01), CC203 32 (CC203 01 02), CC203 33R (CC203 01 03), CC 203 34 (CC203 01 04)
Keterangan:
  • Semua nomor baru lokomotif berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. KM 45 tahun 2010.
  • Lokomotif CC203 dipasangi terali besi berbentuk kotak-kotak pada bagian kaca depan dan samping kabin masinisnya. Namun sejak tahun 2014, lokomotif CC203 kembali melepas teralis besi karena bahan kaca ruang masinis diganti menjadi bahan polikarbonat yang tahan benturan, mengikuti beberapa lokomotif CC201 yang juga sudah dipasangi kaca polikarbonat. Lokomotif pertama yang memakai kaca polikarbonat adalah CC203 23 (CC203 98 11).

Lokomotif CC203 yang unik

CC203 40
Lokomotif CC203 40 sebelumnya sama seperti lokomotif CC203 yang lainnya, loko ini mengalami kecelakaan saat menarik KA Argo Bromo Anggrek di Pemalang 2 Oktober 2010 silam. Anehnya, setelah menabrak dan menyebabkan satu unit kereta kelas bisnis KA Senja Utama Semarang hancur, lokomotif ini hanya mengalami kerusakan ringan: lampu-lampunya pecah dan catnya mengelupas. Setelah diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta, lokomotif ini mengalami perubahan pada cowhanger/bempernya, yaitu pada bagian bawahnya sedikit menyembul ke depan berbentuk segitiga. Anda dapat menemukan CC 203 40 di Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya atau sedang menarik rangkaian kereta api yang memiliki tujuan dari atau ke Kota Surabaya, seperti KA Rapih Dhoho, KA Penataran, KA Bima, KA Argo Bromo Anggrek, dan KA lainnya.
CC203 06 dan CC203 11
Jika kabin masinis kedua lokomotif ini diamati di bagian depan, bagian tengah kabin sedikit tertekuk ke luar (ke depan), sehingga kedua lokomotif ini seolah-olah mempunyai ekspresi wajah sedih atau murung, karena jendela kabin dan bagian lainnya menyerupai wajah seseorang yang sedih/murung. Pada awalnya hanya CC203 06 yang mempunyai karakteristik wajah (kabin masinis) seperti ini, sedangkan CC 03 11 masih mempunyai wajah (kabin masinis) yang normal. Namun setelah mengalami kecelakaan tabrakan kereta api di Langen 28 Januari 2011 silam, kabin masinis lokomotif CC203 11 rusak parah dan diperbaiki di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta. Setelah selesai perbaikan di sana, barulah CC203 11 mempunyai bentuk kabin masinis yang mempunyai kesan wajah sedih atau murung ini. Anda dapat menemukan kedua lokomotif ini di Dipo Lokomotif Bandung atau sedang menarik rangkaian kereta api yang memiliki tujuan dari atau ke Kota Bandung.
CC203 01, CC203 02, CC203 05, CC203 07, CC203 09, CC203 13, CC203 14, CC203 15, & CC203 19
Jika diamati sekilas, lok-lok CC203 ini tidak nampak perbedaannya. Namun setelah didekati, ukuran pintu di bawah kaca kabin masinis itu berbeda. Sebelah kiri memiliki ukuran yang lebih besar daripada yang kanan.

Insiden

Profil tentang lokomotif seri cc 204

CC204

CC204
CC204
Lokomotif CC 204 18 dengan Kereta api Limex Sriwijaya di Stasiun Labuan Ratu
Sumber tenaga:
Diesel elektrik
Perusahaan pembuat: PT INKA,dengan lisensi dari GE Transportation
Model: GE C18MMi (produksi pertama), GE C20EMP (produksi kedua)
Jumlah dibuat: C18MMi: 7
C20EMP: 30
Data teknis
Roda
Susunan roda AAR: C-C
Klasifikasi UIC: Co'Co'
Dimensi
Lebar sepur: 1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang: 14.134 mm
Lebar: 2.642 mm
Tinggi (maksimum): 3.636 mm
Berat
Berat kosong: 88 ton
Mesin, motor traksi, dan converter
Penggerak utama: GE FDL-8T
Jenis mesin: 4 langkah, turbocharger
Alternator: GMG-146
Motor traksi: 6 × GE 761
Transmisi dan kinerja
Kecepatan maksimum: 120 km/jam
Daya mesin: 1950-1988 hp
Gaya traksi: 260 kN
Karier
Perusahaan pemilik: PT Kereta Api Indonesia
Daerah operasi: Pulau Jawa-Sumatera Selatan


Lokomotif CC204 merupakan kelas lokomotif diesel-elektrik yang dirakit khusus untuk Indonesia oleh PT Industri Kereta Api (Persero) Madiun (INKA) dengan lisensi dari General Electric (GE Transportation). Lokomotif kelas ini terbagi menjadi dua seri, yaitu CC204 seri pertama yang merupakan model GE C18MMi dengan short hood spartan (seperti CC201), dan CC204 seri kedua yang merupakan model GE C20EMP dengan hidung aerodinamis (seperti CC203).
Kedua seri sama-sama bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, di mana setiap bogie mempunyai tiga poros penggerak yang masing-masing digerakkan oleh motor traksi tersendiri. Lokomotif ini mempunyai komponen komputer BrightStar Sirius yang dikembangkan oleh General Electric sehingga lokomotif jenis ini mampu memitigasi kerusakan sekitar 45 menit sebelum kerusakan itu terjadi. Kini mayoritas lokomotif ini terletak di dipo lokomotif Kertapati, Palembang. Lokomotif CC204 08 dan seterusnya dibeli oleh PT Kereta Api Indonesia senilai Rp20 miliar. Lokomotif ini memiliki daya tarik hingga 12 gerbong kereta penumpang,35 gerbong datar (GD/PPCW),40 gerbong batubara ringan (GB/KKBW 30 ton),25 gerbong ketel minyak (GK/KKW) dan 30 gerbong tertutup (GT/GGW).Kecepatan maksimal lokomotif ini adalah 120 km/jam (kereta penumpang),atau 80 km/jam (kereta barang).

GE C18MMi

Lokomotif CC204 seri pertama adalah lokomotif diesel elektrik model C18MMi dengan transmisi daya elektrik AC-DC. Lokomotif merupakan hasil rehab dan modernisasi dari lokomotif CC201 yang dilakukan pada tahun 2003 dan 2005, dan dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta.
Ukuran utama, bagian rangka dasar, bogie, dan body sama dengan lokomotif CC201 generasi I.
Berikut ini adalah daftar lokomotif CC201 yang dimodifikasi menjadi lokomotif CC204:
  • CC 201 03 menjadi CC 204 01/CC 204 03 01
  • CC 201 11 menjadi CC 204 02/CC 204 03 02
  • CC 201 37 menjadi CC 204 03/CC 204 03 03
  • CC 201 16 menjadi CC 204 04/CC 204 03 04
  • CC 201 32 menjadi CC 204 05/CC 204 03 05
  • CC 201 06 menjadi CC 204 06/CC 204 03 06
  • CC 201 12 menjadi CC 204 07/CC 204 03 07

GE C20EMP

Lokomotif CC204 seri kedua merupakan lokomotif baru dengan model C20EMP yang mulai dioperasikan sejak tahun 2008, meskipun diperkenalkan sejak 2006. Bentuk kabin lokomotif ini sama dengan bentuk lokomotif CC203. Kode yang digunakan untuk CC204 produksi kedua adalah C20EMP. Komponen lain seperti mesin diesel, motor traksi, bogie, dan seterusnya sama dengan lokomotif CC204 sebelumnya. Berikut ini adalah perubahan plat nomor untuk CC204 dari masa ke masa.
Nomor lama Nomor baru I Nomor baru II (sebelum akan dimutasi)
CC204 08 CC204 08 01 CC204 06 01
CC204 09 CC204 08 02 CC204 06 02
CC204 10 CC204 08 03 CC204 07 01
CC204 11 CC204 08 04 CC204 07 02
CC204 12 CC204 08 05 CC204 08 01
CC204 13 CC204 08 06 CC204 08 02
CC204 14 CC204 08 07 CC204 09 01
CC204 15 CC204 08 08 CC204 09 02
CC204 16 CC204 08 09 CC204 09 03
CC204 17 CC204 08 10 CC204 09 04
Keterangan: Untuk CC204 18-37 tidak berubah.

Alokasi

Sampai saat ini jumlah lokomotif CC204 di Indonesia ialah 37 unit (7 unit di Jawa, 30 unit di Sumatera Selatan). Berikut daftar alokasi lokomotif CC204 saat ini.
Alokasi Lokomotif CC204
Dipo Induk Lokomotif
Jatinegara (JNG) CC 204 01 (no. baru: CC204 03 01) - CC 204 02 (no. baru: CC 204 03 02)
Yogyakarta (YK) CC 204 03 (no. baru: CC204 03 03) - CC 204 06 (no. baru: CC 204 03 06)
Sidotopo, Surabaya (SDT) CC 204 07 (no. baru: CC204 03 07)
Kertapati, Palembang (KPT)
  • CC 204 08 (no. baru: CC 204 06 01) - CC 204 09 (no. baru: CC 204 06 02),
  • CC 204 10 (no. baru: CC 204 07 01) - CC 204 11 (no. baru: CC 204 07 02),
  • CC 204 12 (no. baru: CC 204 08 01) - CC 204 13 (no. baru: CC 204 08 02),
  • CC 204 14 (no. baru: CC 204 09 01) - CC 204 17 (no. baru: CC 204 09 04),
  • CC 204 18 (no. baru: CC 204 10 01) - CC 204 20 (no. baru: CC 204 10 03), dan
  • CC 204 21 (no. baru: CC 204 11 01) - CC 204 37 (no. baru: CC 204 11 17).
Keterangan:
  • CC 204 01 - CC 204 13 menggunakan logo PT KAI terbaru sekaligus striping baru.
  • Lokomotif CC 204 17, CC 204 20, CC 204 23, dan CC 204 25 memiliki logo PT KAI baru di bodi samping dan belakangnya, menggantikan logo PT KAI lama, sehingga lokomotif-lokomotif ini mendapat julukan "loko Tomcat".
  • Lokomotif CC 204 32 dan CC 204 33 juga memiliki logo PT KAI baru di bodi samping dan belakangnya, menggantikan logo PT KAI lama, namun berukuran sangat kecil.
  • Lokomotif CC 204 14 - CC 204 16, CC 204 19, CC 204 21 - CC 204 22, CC 204 24, CC 204 26 - CC 204 30, & CC 204 34-CC 204 37 memiliki logo PT KAI baru di bodi samping dan belakangnya, namun untuk yang di bodi samping, logo baru tersebut berada di atas garis biru muda-biru tua yang kini telah menutupi tempat adanya logo PT KAI lama.
  • CC 204 18 memiliki logo PT KAI baru di bodi bagian depan, samping, dan belakangnya, terutama bagian depannya memiliki logo tersebut yang berukuran kecil, sehingga tak heran lokomotif ini mendapatkan julukan "loko upil" di kalangan para pecinta kereta api/railfans di Indonesia. Loko ini juga memiliki tulisan "KERETA API" di bawah logonya.
  • CC 204 33 juga memiliki logo PT.KAI baru di bodi bagian depannya, sehingga tak heran loko ini mendapat julukan "Upilnya Divre III"
  • CC 204 31 adalah lokomotif CC204 yang menggunakan logo KAI baru yang berupa stiker di bagian samping dan belakangnya,namun bekas-bekas logo KAI lama masih terlihat.
  • CC 204 23 adalah lokomotif CC204 yang dipasangi teralis putih, berbeda dengan teralis CC204 lainnya berwarna hitam, sehingga loko ini mendapat julukan "Kandang Ayam" di kalangan railfans Indonesia.
  • CC 204 23 dan seterusnya sejak selesai dibuat dari pabrik tidak memakai plat penomoran lama pada bagian cowcatcher-nya. Hanya memakai plat dengan penomoran baru di bawah kaca samping kabin masinisnya. Sedangkan pada CC 204 01 - CC 204 09, CC 204 11 - CC 204 13, CC 204 20 dan CC 204 22 yang dulu sempat menggunakan penomoran lama, sekarang telah dihilangkan setelah menjalani pemeriksaan akhir (PA) maupun semi pemeriksaan akhir (SPA).
  • Semua nomor baru lokomotif berdasarkan amanat Peraturan Menteri Perhubungan RI No. KM 45 tahun 2010.
  • Seluruh CC204 generasi kedua dimutasi ke Sumatera Selatan untuk angkutan KA batu bara, pulp, dan penumpang.
  • Lokomotif CC204 telah dipasangi teralis besi berbentuk kotak-kotak pada bagian kaca depan dan samping kabin masinisnya.

Profil tentang lokomotif seri cc 205

CC205

CC205
CC205
CC205 30 dan CC205 09 menarik kereta api Babaranjang
Sumber tenaga:
Diesel elektrik
Bagian dari EMD Export and Narrow Gauge Locomotives
Perusahaan pembuat: Electro-Motive Diesel, Inc.
Model: EMD GT38ACe
Tanggal dibuat: 2011-2013
Data teknis
Roda
Konfigurasi: 0-6-6-0
Susunan roda AAR: C-C
Klasifikasi UIC: Co'Co'
Bogie: Fabricated bogie (konstruksi las)
Dimensi
Lebar sepur: 1.067 mm (3 ft 6 in)
Diameter roda: 1.067 mm (3.50 kaki)
Panjang: 17.678 mm (58.00 kaki)
Lebar: 2.740 mm (9.0 kaki)
Tinggi (maksimum): 3.765 mm (12.35 kaki)
Jarak antara alat perangkai: 18.942 mm (62.15 kaki)
Jarak antar pivot: 10.575 mm (34.69 kaki)
Jarak gandar: 3.870 mm (12.7 kaki)
Tinggi alat perangkai: 759 mm (2.49 kaki)
Berat
Berat kosong: ?
Berat siap: 108 t (108,000 kg)
Berat adhesi: 108 t (108,000 kg)
Bahan bakar dan kapasitas
Jenis bahan bakar: High-speed diesel
Kapasitas bahan bakar: 3.800 l (3.8 m3)
Kapasitas pelumas: 446 l (0.446 m3)
Kapasitas pendingin: 908 l (0.908 m3)
Kapasitas bak pasir: 283 l (0.283 m3)
Mesin, motor traksi, dan converter
Penggerak utama: EMD 8-710G3A-T2, 8 silinder
Jenis mesin: 2 langkah
Generator: TA12/CA9,arus bolak-balik
Motor traksi: 6, tipe: A2916-8, arus bolak-balik
Transmisi dan kinerja
Perbandingan roda gigi: 90:17
Kecepatan maksimum: 80 km/j (50 mph)
Kecepatan minimum kontinu: 10,5 km/j (6.5 mph)
Daya mesin: 2.150 hp (1,600 kW)
Daya ke generator/converter: 2.000 hp (1,500 kW)
Jari-jari lengkung terkecil: 80 m (260 kaki)
Lain-lain
Rem lokomotif: Westinghouse 26L (udara tekan)
Tipe kompresor: Gardner Denver WBO
Karier
Perusahaan pemilik: PT Kereta Api Indonesia
Daerah operasi: Sumatera Selatan
Pertama digunakan 2011
Keadaan: Semua beroperasi


Lokomotif CC205 adalah lokomotif PT Kereta Api Indonesia (Persero) buatan Electro-Motive Diesel, Inc., Ontario, Kanada. CC205 adalah lokomotif terberat di Indonesia, yakni seberat 108 ton. Lokomotif ini dibeli untuk menggantikan beberapa tugas lokomotif CC 202 yang sudah berumur; dalam hal ini 2 lokomotif CC202 bisa diganti dengan 1 lokomotif CC205. Lokomotif ini tiba di Indonesia, tepatnya di Lampung tanggal 26 September 2011, karena lokomotif ini hanya dikhususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batu bara (Babaranjang) di Divre III Sumatera Selatan. Lokomotif CC205 saat ini menjadi lokomotif berteknologi paling modern di Indonesia. Ada total 55 unit lokomotif CC205 yang beroperasi di Sumatera bagian selatan, dengan rincian 6 unit kedatangan tahun 2011, 44 unit kedatangan tahun 2013, dan 5 unit bonus kedatangan tahun 2014.
Lokomotif ini memiliki nomor seri GT38ACe, yang berarti lokomotif ini bisa digunakan untuk keperluan penumpang atau barang dan memiliki mesin V8 turbo, motor AC dan berkonfigurasi C-C (Co'Co'). Berikut ini makna GT38ACe:
  • G = desain standar roadswitcher EMD untuk pasar ekspor di luar Amerika;
  • T = mesin dilengkapi turbocharger;
  • 38 = mesin EMD seri 710G yang memiliki 8 silinder;
  • AC = motor traksi AC (arus bolak-balik);
  • e = emisi gas buang telah memenuhi persyaratan EPA Tier-2.

Kode Seri Mesin dan Jumlah Silinder Lokomotif EMD Seri Ekspor

EMD menetapkan pemberian kode seri mesin dan jumlah silinder untuk lokomotif-lokomotif seri ekspornya secara sistematis. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
EMD Seri 567A, 567B, 567C, dan 567D: Angka di belakang satu atau dua huruf kode desain lokomotif langsung menunjukkan jumlah silinder.
  • 6 = 6 silinder
  • 8 = 8 silinder
  • 12 = 12 silinder
  • 16 = 16 silinder
EMD Seri 645E: Tambahkan 10 angka dari kode untuk Seri 567. Pada Seri 645E mulai diperkenalkan versi 20 silinder.
  • 18 = 8 silinder
  • 22 = 12 silinder
  • 26 = 16 silinder
  • 30 = 20 silinder
  • Pengecualian hanya pada Seri 645E versi 6 silinder di mana angka kode yang dipakai tetap 6, tidak menjadi 16 karena sudah digunakan oleh Seri 567.
EMD Seri 645F: Tambahkan 20 angka dari kode untuk Seri 567. Seri 645F hanya dibuat dalam versi 12 dan 16 silinder.
  • 32 = 12 silinder
  • 36 = 16 silinder
EMD Seri 710G: Tambahkan 30 angka dari kode untuk Seri 567. Seri 710G dibuat dalam versi 8 silinder sampai 20 silinder.
  • 38 = 8 silinder
  • 42 = 12 silinder
  • 46 = 16 silinder
  • 50 = 20 silinder
EMD Seri 265H: Tambahkan 40 angka dari kode untuk Seri 567. Seri 265H hanya dibuat dalam versi 12 dan 16 silinder.
  • 52 = 12 silinder
  • 56 = 16 silinder
CC205 menggunakan mesin diesel bertipe EMD 8-710G3A-T2, dengan jenis mesin 2 tak 8 silinder yang sudah dimodifikasi, sehingga tingkat emisi gas buang lebih rendah, dan menggunakan sistem rem udara Westinghouse 26L.

Sistem kerja

CC205 menggunakan sistem operasi berbasis mikroprosesor tipe EM2000 yang mengendalikan seluruh fungsi sistem kerja lokomotif, yaitu pengendalian semua komponen yang merupakan subsistem, seperti motor diesel, alternator, motor traksi, kompresor, dst. Semua fungsi dan kerja akan direkam dan dapat diunduh ke laptop. Sistem juga dapat melakukan self diagnostic bila terjadi gangguan pada lokomotif yang akan direkam dan dapat ditampilkan pada layar monitor, sehingga dapat diketahui penyebab gangguannya.

Mesin terbaru

Mesin yang digunakan CC205 adalah EMD 710, salah satu mesin paling handal setelah EMD 645 dan EMD 567. Mesin seri 710 ini juga digunakan di lokomotif EMD GP22ECO, SD22ECO, SD32ECO, dan lokomotif-lokomotif yang di re-power oleh EMD. Mesin ini tidak seperti mesin EMD 567, EMD 645, dan GE 7FDL karena mesin ini menggunakan teknologi EFI dan exhaust terbaru, sehingga lolos uji emisi EPA Tier-2 dan hemat diesel hingga 25%. Lokomotif ini bisa menarik lebih dari 30 gerbong.

Unit bonus dari EMD


Salah satu CC205 bonus yang datang tahun ini
Pada tahun 2014 ini, telah datang kembali 5 unit CC205 di Pelabuhan Panjang, Lampung. 5 unit ini merupakan bonus yang didapatkan secara cuma-cuma oleh KAI dari pabrik EMD. Bonus ini adalah bentuk tanggung jawab EMD yang terlambat mengirim 44 unit CC205 tahun lalu. Dengan demikian, lokomotif CC205 sudah berjumlah 55 buah dan siap menarik kereta api Babaranjang.

Populasi di Indonesia

Saat ini seluruh 55 unit lokomotif CC205 telah datang di Indonesia. Semua lokomotif CC205 ditugaskan untuk menarik kereta api batu bara rangkaian panjang 60 gerbong.
Berikut ini daftar alokasi lokomotif CC205.
Dipo induk Lokomotif
Tanjung Karang (TNK) CC205 01 (CC205 11 01) - CC205 06 (CC205 11 06)
CC205 07 (CC205 13 01) - CC205 50 (CC205 13 44)
CC205 51 (CC205 14 01) - CC205 55 (CC205 14 05)

Profil lokomotif CC205

  • Dimensi
  1. Lebar sepur (track gauge): 1.067 mm
  2. Panjang body: 17.678 mm
  3. Jarak antara alat perangkai: 18.942 mm
  4. Lebar badan (body): 2.740 mm
  5. Tinggi maksimum: 3.765 mm
  6. Jarak gandar: 3.870 mm
  7. Jarak antar pivot: 10.575 mm
  8. Diameter roda penggerak: 1.067 mm
  9. Diameter roda idle: -
  10. Tinggi alat perangkai: 759 mm
  • Berat
  1. Berat kosong: -
  2. Berat siap: 108 ton
  3. Berat adhesi: 108 ton
  • Motor Diesel
  1. Tipe: EMD 8-710G3A-T2, 8 silinder
  2. Jenis: 2 langkah
  3. Daya Mesin: 2150 HP
  4. Daya ke generator/converter: 2000 HP
  • Motor Traksi/Converter
  1. Jumlah motor traksi: 6
  2. Tipe motor: A2916-8,arus bolak-balik
  3. Gear ratio: 90:17
  4. Tipe generator: TA12/CA9,arus bolak-balik
  • Kinerja
  1. Kecepatan maksimum: 80 km/jam
  2. Gaya tarik maksimum (adhesi): 758 kN (kilonewton)
  3. Kecepatan minimum kontinu: 10,5 km/jam
  4. Jari-jari lengkung terkecil: 80 m
  • Kapasitas
  1. Bahan bakar: 3.800 liter
  2. Minyak pelumas: 446 liter
  3. Air pendingin: 908 liter
  4. Pasir: 283 liter
  • Lain-lain
  1. Sistem rem: Udara tekan 26L
  2. Tipe kompresor: Gardner Denver WBO