test


widgets

Kamis, 13 November 2014

Kereta api kelas eksekutif

Kereta api eksekutif

Eksekutif campuran Kereta api Sawunggalih Utama.
Kereta api eksekutif adalah kereta penumpang yang dilengkapi dengan AC (Air Conditioner). Kereta api eksekutif juga menyediakan sarana hiburan selama dalam perjalanan berupa tayangan audio/video (Show On Rail). Selain sarana hiburan, penumpang dapat juga memesan makanan dan minuman sesuai dengan menu pilihan yang disediakan dan bisa dinikmati baik di tempat duduk masing-masing maupun di kereta restorasi (kereta makan) yang didesain sebagai mini bar yang dilengkapi dengan fasilitas untuk berkaraoke.
Kereta api ini pada umumnya ditarik lokomotif besar seperti CC201, CC203, dan CC204. Namun kini, CC206 ditugaskan untuk menggantikan lokomotif-lokomotif tersebut.
Kereta eksekutif dibagi menjadi tiga, yaitu kereta kelas argo, kelas satwa, dan kelas campuran.

Kelas Argo

Kelas Argo, merupakan kelas layanan tertinggi PT Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu dengan kereta penumpang berkapasitas 50/52 orang per kereta. Penamaan kereta argo sebagian besar menggunakan nama gunung yang berada dekat dengan kota tujuan kereta tersebut. Misalnya, kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya, gunung Bromo tidak jauh dengan kota Surabaya, kereta api Argo Wilis tujuan Surabaya, gunung Wilis tidak jauh dengan kota Madiun, kereta api Argo Muria tujuan Semarang, gunung Muria tidak jauh dengan kota Semarang, kereta api Argo Sindoro tujuan Semarang, gunung Sindoro tidak jauh dengan kota Semarang,. Begitu pula dengan kereta api Argo Lawu tujuan Solo, Gunung Lawu tidak jauh dengan kota Solo. Kereta New Argo Jati tujuan Cirebon, Gunung Jati terletak tidak jauh dari kota Cirebon, tetapi Gunung Jati sebenarnya kurang tepat disebut sebagai gunung, karena hanya merupakan sebuah bukit, dan merupakan tempat wisata ziarah makam Sunan Gunung Jati. Kereta Argo Dwipangga dan Argo Parahyangan tidak menggunakan nama gunung.

Sejarah

Kelas argo mulai ada sejak era KA Argo Bromo dan KA Argo Gede, juga munculnya Argo Lawu pada tahun 1995. Kemudian KA Argo-Argo baru mulai diluncurkan. KA Argo Bromo diganti dengan KA Argo Bromo Anggrek dan KA Argo Muria lahir pada 1997, lalu muncullah Argo Dwipangga dan Argo Wilis pada 1998. Kemudian KA Argo Muria 1 menjadi Argo Sindoro, dan lahir juga KA Argo Jati pada 2007.

Kereta dan Fasilitas

KA Argo menggunakan KA terbaik dari INKA, yang dibuat antara tahun 1995, 1996, 1997, 1998, 2002, dan 2010. KA Argo aslinya memiliki fasilitas yang lebih baik dari KA eksekutif satwa maupun campuran, tetapi sekarang semua KA eksekutif pelayanannya sama saja, perbedaan hanya tidak adanya TV di beberapa KA eksekutif campuran.

Kelas satwa dan campuran

Sedangkan kelas satwa berada di bawah kelas argo. Kereta kelas satwa berkapasitas 52 orang setiap gerbongnya. Penamaan kereta ini menggunakan nama-nama satwa ataupun nama tokoh-tokoh dalam legenda Indonesia. Seperti, Gajayana, Sembrani, Turangga, Bima, Taksaka dan Bangunkarta.
Kelas campuran berada di bawah kelas argo dan satwa. Selain itu, KA eksekutif campuran dicampur dengan KA bisnis/ekonomi/keduanya. Kapasitas 52 penumpang. Contohnya adalah KA Lodaya, Gumarang, Cirebon Ekspres, dan sebagainya.

Pengoperasian dan fasilitas

Pelayanan kelas argo di atas yang lain, seperti TV, meja makan, pintu otomatis, dan terkadang jendela pesawat dan rak bagasi seperti pesawat. Sedangkan kelas satwa, meja makan bisa ada atau tidak. Di kelas campuran, tidak ada meja makan dan TV, serta pintu model geser. Untuk mengetahui kelas KA eksekutif, dapat dilihat dari skema warna kereta. Meskipun begitu, pelayanan KA eksekutif argo, satwa, dan campuran sekarang sama saja, dan semua KA eksekutif yang baru menjalani perawatan di Balai Yasa dicat dengan skema kelas argo, apapun tipe KA eksekutifnya. (kereta yang dulunya dicat warna campuran, dan sekarang dicat warna argo, bisa dilihat di kereta-kereta seperti Lodaya, Malabar, Cirebon Ekspres, dll.)
Setiap kereta memiliki setidaknya satu atau dua toilet di dekat pintu masuk keluar kereta. Di dalam kereta juga ada fasiltas keselamatan, seperti tabung pemadam kebakaran ataupun emergency brake. Ada pula fasilitas lain seperti lampu baca di setiap kursi.

Penomoran

Salah satu rangkaian kereta api eksekutif Gajayana
Format penomoran untuk kereta kelas eksekutif yaitu K1-xxyzz. Artinya, K1 adalah gerbong eksekutif, xx adalah tahun mulai operasi, y adalah jenis bogie, dan zz (nomor urut). Misalnya: K1-97901 artinya kereta kelas 1 (eksekutif) yang mulai dinas tahun 1997 dengan jenis bogie '9' urutan ke 01 ditambah dua atau tiga alfabet yang artinya kereta itu milik dipo tertentu.
Dengan berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010, penomoran diubah. Semua gerbong menggunakan format penomoran K1 x yy zz. Artinya, K1 adalah gerbong eksekutif, x adalah jenis penarik: 0 untuk lokomotif, 1 untuk Kereta Rel Listrik, 2 untuk Kereta Rel Diesel Elektrik, serta 3 untuk Kereta Rel Diesel Hidrolik; yy adalah tahun operasi, dan zz adalah nomor urut operasi. Contoh: K1 0 97 01, artinya gerbong eksekutif yang ditarik lokomotif (0) mulai dinas tahun 1997 (97), dan memiliki nomor urut 01 dan diikuti dua atau tiga huruf alfabet yang menandakan kepemilikan dipo.

Kereta api kelas eksekutif di Indonesia

Layanan kereta api kelas eksekutif (argo & satwa) di Pulau Jawa :
Nama Kereta Api Relasi Dipo Kereta
Argo Bromo Anggrek Gambir - Surabaya Pasar Turi Surabaya Pasar Turi
Argo Dwipangga dan Argo Lawu Gambir - Solo Balapan Yogyakarta
Argo Muria dan Argo Sindoro Gambir - Semarang Tawang Semarang Poncol
New Argo Jati Gambir - Cirebon Cirebon
Argo Wilis Bandung - Surabaya Gubeng Bandung
Gajayana Gambir - Malang Malang
Sembrani Gambir - Surabaya Pasar Turi Jakarta Kota
Bima Gambir - Malang Jakarta Kota
Taksaka Gambir - Yogyakarta Yogyakarta
Turangga Bandung - Surabaya Gubeng Sidotopo
Bangunkarta Gambir - Surabaya Gubeng Sidotopo

Layanan kereta api kelas eksekutif di Pulau Sumatera :

 
Nama Kereta Api Relasi Dipo Kereta
Limex Sriwijaya Kertapati - Stasiun Tanjung Karang Tanjung Karang

Kereta api kelas bisnis

Kereta api bisnis

 
Interior kereta kelas bisnis KA Sawunggalih Utama yang telah dilengkapi AC

Kereta api bisnis adalah kelas kereta penumpang di bawah kelas eksekutif. Kini kereta kelas bisnis di Indonesia telah dilengkapi dengan AC (Air Conditioner). Jumlah kursi dalam kereta bisnis lebih banyak dibandingkan dengan kereta api eksekutif, yaitu sebanyak 64 buah. Sama seperti kelas ekonomi,setiap gerbong dilengkapi 6 unit AC.
Kereta bisnis pada umumnya ditarik lokomotif besar seperti CC201, CC203, atau CC204. Tetapi CC206 kadangkala dioperasikan untuk menggantikan ketiga jenis lokomotif tersebut.
Ada juga kereta api kelas campuran, yaitu dalam satu rangkaian terdapat dua kelas, yaitu eksekutif dan bisnis. Namun kereta eksekutif di kelas campuran ini berbeda dengan kereta api kelas eksekutif (kelas argo dan kelas satwa). Harga tiket lebih murah daripada kelas argo atupun kelas satwa. Dan dalam satu rangkaian terdapat satu kereta khusus makan (KM) atupun kereta makan dan pembangkit (KMP).

Penomoran

Format penomoran untuk kereta kelas bisnis yaitu K2-xxyzz. Artinya, K2 adalah gerbong bisnis, xx adalah tahun mulai operasi, y adalah jenis bogie, dan zz (nomor urut). Misalnya: K2-65534 artinya kereta kelas 2 (bisnis) yang mulai dinas tahun 1965 dengan jenis bogie '5' urutan ke 34 ditambah dua atau tiga alfabet yang artinya kereta itu milik dipo tertentu.
Dengan berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010, penomoran diubah. Semua gerbong menggunakan format penomoran K2 x yy zz. Artinya, K2 adalah gerbong bisnis, x adalah jenis penarik: 0 untuk lokomotif, 1 untuk Kereta Rel Listrik, 2 untuk Kereta Rel Diesel Elektrik, serta 3 untuk Kereta Rel Diesel Hidrolik; yy adalah tahun operasi, dan zz adalah nomor urut operasi. Contoh: K2 0 65 01, artinya gerbong bisnis yang ditarik lokomotif (0) mulai dinas tahun 1965 (65), dan memiliki nomor urut 01 dan diikuti dua atau tiga huruf alfabet yang menandakan kepemilikan dipo.

Pengoperasian

Kereta api bisnis ini dibagi dua menjadi kereta api kelas campuran dan kelas bisnis saja. Kini banyak dari gerbong-gerbong bisnis dijadikan aling-aling, kereta bagasi (bagasi bercat hijau 1 pintu), kereta wisata (Jawa, Sumatera, Imperial, dan Priority), dan ada yang diretrofit menjadi KA eksekutif.
Pada umumnya, harga tiket yang ditawarkan oleh KAI hampir setara dengan kereta api ekonomi AC, bahkan ekonomi AC ada yang lebih mahal! Akan tetapi, kenyamanan yang ditawarkan berada sedikit di atas ekonomi AC: kapasitas penumpang yang lebih sedikit (64 kursi), serta jenis kursinya yang empuk dan sandarannya dapat diatur (reclining seat)

Kereta api kelas campuran di Indonesia

Layanan kereta api kelas campuran (eksekutif-bisnis, eksekutif-bisnis-ekonomi, dan eksekutif-ekonomi) di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera

Nama Kereta Api Relasi Dipo Induk
Argo Parahyangan Gambir - Bandung Bandung
Sawunggalih Utama Pasar Senen - Kutoarjo Kutoarjo
Gumarang Jakarta Kota - Surabaya Pasar Turi Jakarta Kota
Lodaya Bandung - Solo Balapan Bandung
Cirebon Ekspres Gambir - Cirebon - Tegal Cirebon
Sancaka Surabaya Gubeng - Yogyakarta Sidotopo dan Yogyakarta
Malioboro Ekspres Yogyakarta - Malang Yogyakarta
Malabar Bandung - Malang Bandung
Mutiara Timur Surabaya Gubeng - Banyuwangi Baru Banyuwangi
Harina Bandung - Surabaya Pasarturi Bandung
Purwojaya Gambir - Cilacap Purwokerto
Limex Sriwijaya Tanjungkarang - Palembang Kertapati Tanjung Karang
Kaligung Mas Semarang Tawang - Tegal Semarang Poncol
Sribilah Medan - Rantau Prapat Medan
Sindang Marga Kertapati - Lubuk Linggu Kertapati

Kereta api kelas bisnis di Indonesia



kereta api bisnis senja singosari
Layanan kereta api kelas bisnis di Pulau Jawa

Nama Kereta Api Relasi Dipo Induk Lokomotif Kelas
Mutiara Selatan Bandung - Surabaya Gubeng Bandung (BD) CC203/CC201 Bisnis AC
Menoreh 2 Pasar Senen - Semarang Tawang Semarang Poncol (SMC) CC201/CC203 Ekonomi AC
Fajar Utama Yogyakarta dan Senja Utama Yogyakarta Pasar Senen - Yogyakarta Yogyakarta (YK) CC201/CC203/CC204 Bisnis AC
Senja Utama Solo Pasar Senen - Solo Balapan Solo Balapan (SLO) CC201/CC203 Bisnis AC
Sidomukti Yogyakarta - Solo Balapan Solo Balapan (SLO) CC201 Bisnis AC
Sarangan Ekspres Madiun - Surabaya Gubeng Bandung (BD) Untuk Rangkaian Kereta Api Mutiara Selatan CC206/CC203/CC201 Bisnis AC

Kereta api kelas ekonomi

Kereta api ekonomi



Penomoran kereta terletak di bagian bawah kereta.
Kereta api ekonomi adalah kelas kereta penumpang di bawah kelas bisnis. Sama halnya dengan kereta kelas bisnis, kini hampir semua kereta kelas ekonomi telah dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) seiring dengan pelayanan PT Kereta Api Indonesia yang semakin berkembang.
Kereta ekonomi yang ada di Indonesia dibagi menjadi dua: kereta kelas ekonomi AC PSO dan Non-PSO. PSO (public service obligation) adalah kebijakan Pemerintah dalam hal subsidi moda transportasi bagi masyarakat. Kereta ekonomi PSO ini memiliki ciri-ciri berupa striping (livery) jingga orange-biru bergaris kuning-orange, dengan logo Kemenhub di dekat pintu kiri dan logo PT KAI di dekat pintu kanan, serta merupakan produk impor sejak masa PNKA. Sedangkan kereta ekonomi non-PSO diproduksi oleh PT Inka dan berwarna biru muda bermotif gelombang warna biru tua dengan logo Kemenhub saja.
Kereta ekonomi PSO pada umumnya ditarik lokomotif besar seperti CC201, CC203, atau CC204. Terkadang CC206 dioperasikan untuk menggantikan ketiga jenis lokomotif tersebut. Akan tetapi, kereta ekonomi AC non-PSO hampir selalu ditarik CC206.

Pengoperasian

Satu kereta penumpang ekonomi berkapasitas 106 orang dengan formasi tempat duduk 3-2, sedangkan untuk satu kereta penumpang ekonomi AC Inka atau ekonomi lokal Daop 1 Jakarta (kursi plastik) berkapasitas 80 orang dengan formasi tempat duduk 2-2. Terdapat juga kereta kelas ekonomi eks-KRD MCW 301 dan MCW 302. Kereta eks KRD masih ada yang tidak ber-AC. Unit AC yang digunakan pada kereta ekonomi biasa adalah 6 unit AC split (seperti di gedung atau rumah), dan pada KA ekonomi AC Inka baru menggunakan AC seperti di kereta eksekutif.
Kereta ini menjadi idaman para penumpang pada saat hari raya ataupun hari libur. Walapupun dalam setiap perjalanan, kereta ini harus berhenti untuk "mengalah" (bersilang) dengan kereta api kelas atasnya. Harga tiket kereta api kelas ekonomi pun sangat terjangkau. Dalam setiap rangkaian kereta ekonomi jarak jauh, terdapat 1 gerbong kereta makan dan pembangkit (KMP).
Semua KA ekonomi ber-AC, kecuali KRD non-AC, dan KA Langsam (K3 eks KRD MCW 301/302). Kereta ekonomi disubsidi pemerintah, kecuali ekonomi AC Inka.

Penomoran

Format penomoran untuk kereta kelas eksekutif yaitu K3-xxyzz. Artinya, K3 adalah gerbong ekonomi, xx adalah tahun mulai operasi, y adalah jenis bogie, dan zz (nomor urut). Misalnya: K3-65590 artinya kereta kelas 3 (ekonomi) yang mulai dinas tahun 1965 dengan jenis bogie '5' urutan ke-90 ditambah dua atau tiga alfabet yang artinya kereta itu milik dipo tertentu.
Dengan berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010, penomoran diubah. Semua gerbong menggunakan format penomoran K3 x yy zz. Artinya, K3 adalah gerbong ekonomi, x adalah jenis penarik: 0 untuk lokomotif, 1 untuk Kereta Rel Listrik, 2 untuk Kereta Rel Diesel Elektrik, serta 3 untuk Kereta Rel Diesel Hidrolik; yy adalah tahun operasi, dan zz adalah nomor urut operasi. Contoh: K3 0 06 01, artinya gerbong ekonomi yang ditarik lokomotif (0) mulai dinas tahun 2006 (06), dan memiliki nomor urut 01 dan diikuti dua atau tiga huruf alfabet yang menandakan kepemilikan dipo.

Kereta api kelas ekonomi di Indonesia

Layanan kereta api kelas ekonomi AC non-PSO di Pulau Jawa

Nama Kereta Api Relasi Dipo Induk
Bogowonto Pasar Senen - Yogyakarta Yogyakarta
Krakatau Ekspres Merak - Kediri Madiun
Gajah Wong Pasar Senen - Yogyakarta Yogyakarta
Majapahit Pasar Senen - Malang Malang
Menoreh Pasar Senen - Semarang Tawang Semarang Poncol
Layanan kereta api kelas ekonomi AC PSO / KRD / KA Lokal di Pulau Jawa

Nama Kereta Api Relasi Dipo Induk
Kalimaya Tanah Abang - Merak Jatinegara
Kamandaka Purwokerto - Semarang Tawang Purwokerto
Penataran Ekspres Surabaya Gubeng - Malang Sidotopo, Malang
Kutojaya Utara Pasar Senen - Kutoarjo Kutoarjo
Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Kota - Surabaya Gubeng Jakarta Kota
Brantas Tanjung Priok - Kediri Madiun
Matarmaja Pasar Senen - Malang Malang
Kertajaya Tanjung Priok - Surabaya Pasar Turi Sidotopo
KRD Tanjung Priok-Cikampek Tanjung Priok - Cikampek, Purwakarta Jatinegara
Progo Pasar Senen - Lempuyangan Yogyakarta
Tawang Jaya Pasar Senen - Semarang Poncol Semarang Poncol
Tegal Arum Jakarta Kota - Tegal Tegal
Serayu Jakarta Kota - Kroya Purwokerto
Bengawan Tanjung Priok - Purwosari Solo Balapan
Langsam Angke - Rangkasbitung Tanah Abang
Kahuripan Padalarang - Kediri Madiun
Kutojaya Selatan Kiaracondong - Kutoarjo Kutoarjo
Pasundan Kiaracondong - Surabaya Gubeng Sidotopo
Logawa Purwokerto - Jember Purwokerto
Sri Tanjung Lempuyangan - Banyuwangi Banyuwangi
Tawang Alun Malang - Banyuwangi Jember
Penataran Surabaya Gubeng - Blitar Sidotopo, Malang
Kereta api Jaka Tingkir Stasiun Pasar Senen - Purwosari Solo Balapan
Rapih Dhoho Surabaya Gubeng - Blitar Sidotopo